Agu 26 2008

./s1ncl3@n

Khutbah Rasulullah SAW menjelang Ramadhan

Filed under Uncategorized

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah
saw. selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah pesan
Rasulullah tatkala memasuki Ramadhan.

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa
berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya
adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang
paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan
ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.

Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, amal-amalmu diterima dan doa-doamu
diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang
suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca
Kitab-Nya.Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung
ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah
kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali
persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu
memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk
berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika
Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab
mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya
dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.Wahai manusia!
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan
istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan
memperpanjang sujudmu.Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala
kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud,
dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di
hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin
yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan
seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat
lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat
demikian.”Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya
dengan sebiji kurma.

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”Wahai
manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil
melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang
meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau
pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya
pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan
ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa
menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan
menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang
siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya
pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya
kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran
seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak
shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari
ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti
mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.Wahai manusia! Sesungguhnya
pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak
pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada
Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.
Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa
amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang
paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar
lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih
baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu
fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”“Barangsiapa mendekatkan
diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia
dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”“Ramadhan
itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan
itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah
memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”“Barangsiapa memberikan makanan
berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan
bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.

Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa
tanpa sedikitpun berkurang.”Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah
semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka
bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi
sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”“Dialah bulan yang
permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari
neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para
pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari
neraka.”“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua
perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat
menghajatinya.”“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya .

Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan
dari neraka.”“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa,
niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman
yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam
surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Sumber :
www.taushiyah-online.com

No responses yet

Agu 19 2008

./s1ncl3@n

Berpuasa Dengan Cinta

Filed under Uncategorized

Fungsi bendungan bukan sekedar sebagai penahan air sungai, melainkan sebagai
penyimpan dan kemudian menyalurkan pada beberapa irigasi di berbagai lahan
pertanian disamping itu juga bendungan berfungsi sebagai motor penggerak yang
digunakan untuk  pembangkit tenaga listrik seperti yang terdapat pada waduk
jatiluhur. Puasa bukanlah sarana untuk menahan hawa nafsu, karena sebuah
tahanan mempunyai masa berlaku dan selama menahan maka akan terjadi proses
akumulasi jumlah tahanan.

Seseorang yang menahan rasa lapar pada saat puasa akan mengalami lonjakan
ketika berbuka. Sebenarnya yang kita butuhkan adalah pengendalian dan bukan
penahanan dan puncak pengendalian ada pada saat berbuka sebagai contoh ketika
hendak berbuka maka akan muncul berbagai keinginan untuk menyediakan menu
berbuka maka mengendalikan segala keinginan tersebut dan berbuka dengan menu
alakadarnya misalnya dengan hanya dua butir kurma dan air putih hangat adalah
puncak sebuah pengendalian dalam berpuasa lapar pada hari itu ( pembahasan
belum masuk pada nafsu lain )

Kita masih ingat kalau orang dulu sering berkata ” jangan bengong loh nanti
kesambet ” , artinya kita dilarang berfikiran kosong atau melamun karena hal
itu mengundang hawa negatif kedalam tubuh. Mengosongkan fikiran dari hal-hal
membangkitkan hawa nafsu tidak akan bisa bertahan lama dan untuk itu di
butuhkan dorongan dari dalam  yang ketika mata kita atau telinga kita atau
mulut kita tidak bisa menahan maka sesuatu dari dalam akan datang untuk
membendung, dan sesuatu itu bernama Dzikrullah

Berkali-kali Allah menegaskan bahwa kita tidak akan sanggup membersihkan hati
(QS 4:49 ) disusul dengan (QS 24:21) tetapi Allah lah yang akan membantu
membersihkan hati kita dan hal itu sulit terjadi jika kita jarang mengangungkan
asmaNya (dzikir). Sehebat apapun usaha kita dalam menjaga hati tidak akan bisa
menahan badai  godaan yang datang dari luar. Setinggi apapun ilmu kita tidak
akan sanggup menahan realitas tuntutan hidup yang terus merongrong karena jika
kita perhatikan para koruptor adalah orang-orag berilmu dan juga banyak para
pemimpin yang haus kekuasaan adalah ahli-ahli agama.

Kita tidak bisa menampik pahala yang dijanjikan oleh Allah terhadap apapun
ibadah yang kita lakukan, namun beribadah hanya karena pahala terlalu naif
tanpa cinta kepada sang Pemberi pahala. Satu-satunya yang bisa mengalahkan
materi adalah cinta, bisa kita saksikan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya,
bisa kita dengar banyak yang rela mati demi yang dicintainya bahkan kata-kata
melangkolis ” gunung kan kudaki lautan kusebrangi demi cintaku padamu”
menunjukan kehebatan sebuah cinta, dan ada juga yang mengatakan bahwa cinta itu
buta yang tidak memandang materi.

Jika pahala dan dosa adalah sebuah materi yang tidak berwujud maka jelaslah dia
selalu terkalahkan dengan materi yang berwujud apalagi jika materi tersebut di
iringi dengan keluhan istri, tangisan anak, bujukan atasan , sanjungan bawahan
, maka segala cerita bisa berubah seketika, lalu apa yang bisa mengalahkannya ?
tidak lain adalah cinta dan dengan hanya mengaharap cinta Allah (ridho Allah)
kita memulai niat untuk beribadah “Innas sholati wa nusuki wamahyaya wamamati
lillahi rabbil ‘alamin”

2 responses so far

Agu 11 2008

./s1ncl3@n

Masyarakat Yang Dicintai Allah

Filed under Uncategorized

Setiap manusia mempunyai cita-cita, target, dan impian yang didambakan dalam hidupnya. Untuk itu ia mengerahkan segala potensi dan upayanya demi meraih cita-cita dan harapannya tersebut. Bahkan, demi sebuah prestasi yang diimpikannya ia rela tidak mengindahkan nilai dan norma-norma yang berlaku. Lebih ironis lagi ada yang rela menyakiti dan mengorbankan orang lain demi ambisinya.
Orang beriman menjadikan puncak cita-cita dan harapannya adalah meraih ridha dan cinta Allah. Maka ia mengerahkan segala potensi demi meraih cita-cita itu. Di dalam sebuah hadits Qudsi Rasulullah saw.meriwayatkan firman Tuhannya,
حَقَّتْ مَحَبَّتِي عَلَى الْمُتَحَابِّيْنَ فِيَّ، وَحَقَّتْ مَحَبَّتِي عَلَى الْمُتَنَاصِحِيْنَ فِيَّ، وَحَقَّتْ مَحَبَّتِي عَلَى الْمُتَزَاوِرِيْنَ فِيَّ، وَحَقَّتْ مَحَبَّتِي عَلَى الْمُتَبَاذِلِيْنَ فِيَّ، وَهُمْ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ، يَغْبِطُهُمُ النَّبِيُّوْنَ وَالصِّدِّيقُوْنَ بِمَكَانِهِمْ
“Pastilah akan mendapatkan cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena-Ku. Pastilah akan mendapatkan cinta-Ku orang-orang saling menasihati karena-Ku. Pastilah akan mendapatkan cinta-Ku orang-orang yang saling mengunjungi karena-Ku. Dan pastilah akan mendapatkan cinta-Ku orang-orang yang saling memberi karena-Ku. Mereka berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Yang membuat iri para Nabi dan orang-orang jujur terhadap kedudukan mereka.” Continue Reading »

One response so far

Jul 31 2008

./s1ncl3@n

Merdekakan Dirimu Dengan Ilmu

Filed under Uncategorized

Inilah penggalan perintah pertama yang diterima Nabi saw. Perintah ini menjadi fajar kelahiran ilmu pengetahuan dan semangat mencari ilmu bagi seluruh umat manusia. Nabi saw sama sekali tidak bisa membaca dan menulis (al-Ummî). Dari seorang Nabi yang al-ummi ini justru lahir berbagai bacaan dan tulisan yang sarat pengetahuan, hikmah dan tuntunan yang demikian hebatnya mempengaruhi pola pikir, sikap dan tindakan manusia.

Masyhur ujaran beliau saw: Menuntut ilmu itu kewajiban bagi setiap muslim. Tuntutlah ilmu sekalipun di negeri Cina. Awal abad ke-7 M nasehat ini terucap, satu abad kemudian yaitu abad ke-8 kaum muslimin merajai ilmu pengetahuan di seluruh dunia. Seorang penulis barat menulis: “Dari abad ke-8 hingga akhir abad ke-14, ilmu pengetahuan Arab (Islam) barangkali adalah sains yang paling maju di dunia, yang jauh melampaui Barat dan Cina.” (Toby.E.Huff, the Rise of Early Modern Science).

Al-Ummi juga dapat dilihat dari sudut pandang lain, selain tidak dapat membaca dan menulis yaitu: keperawanan (virginitas). Nabi yang ummi tidak punya akses sama sekali untuk meraih ilmu melalui membaca dan menulis huruf-huruf karya manusia. Hati beliau suci (virgin) dari sentuhan ilmu manusia. Seperti Maryam yang suci rahimnya lalu Allah meniupkan Kalimat-Nya melalui Jibril as ke rahim itu maka lahirlah al-Masih ‘Isa as tanpa ayah. Hati Nabi saw yang suci dari pengajaran manusia ketika dihembuskan kalam Allah ke dalam hati itu melalui Jibril as maka lahirlah al-Quran. Hal ini  menjadi landasan bagi Ilmu Ladunni dalam tradisi keilmuan kaum muslimin. Ketika seseorang membersihkan hati dari pengaruh jiwa rendah melalui riyâdhah dan menghadapkan hati kepada Allah Ta’ala melalui murâqabah maka Allah al-‘Alîm akan melimpahkan pada hati itu ilmu dari lautan ilmu-Nya. Nabi saw memberi isyarat tentang hal ini,” Barang siapa  mengamalkan ilmu yang telah ia ketahui maka Allah akan mewariskan padanya ilmu yang tidak ia ketahui.” Sabdanya lagi,” Barang siapa mengikhlaskan amal hanya karena Allah, selama empat puluh hari Allah akan memancarkan hikmah dari hatinya yang mengalir ke lisannya.”

Belajar kepada manusia dengan cara menghitamkan kertas dengan tinta. Belajar kepada Allah dengan cara memutihkan hati dari hitamnya noda dosa. Kedua cara belajar ini khas pada kaum mukmin. Berbeda dengan kebanyakan ilmuwan barat, ilmuwan muslim memandang alam sebagai sesuatu yang suci. Alam adalah ayat-ayat Allah yang harus dibaca dengan penuh khidmat seperti al-Quran adalah ayat-ayat Allah yang harus dibaca dengan penuh khidmat. Secara etimologis Ayat (tanda) berarti al-alâmah al-zhâhirah (identitas yang sangat jelas), artinya ketika seseorang melihat ayat maka haruslah sejurus kemudian ia melihat juga sang pemilik ayat itu.

فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ

“… maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah…”

(QS. al-Baqarah:115)

Bila kita melihat alam semesta, sejurus kemudian kita tidak melihat wajah Allah maka pada hakikatnya kita buta meskipun melihat. Tidak ada kebutaan yang lebih dahsyat dibandingkan kebutaan jenis ini. Penyebabnya adalah kebodohan, yaitu kosongnya hati dari cahaya ilmu. Hijab terbesar antara hamba dengan Tuhannya adalah kebodohan. Kebodohan membuat orang terjajah tanpa bisa merdeka, terjajah oleh kegelapan hawa nafsu, dunia dan setan, yang menyebabkan ia gagal meraih kebahagiaan. Satu-satunya cara untuk merdeka adalah usir kebodohan dengan senjata ilmu pengetahuan.

One response so far

Jul 14 2008

./s1ncl3@n

Keindahan Dalam Kesulitan

Filed under Uncategorized

Jika hendak memilih teman sejati atau pasangan hidup sesungguhnya,
lihatlah dirinya ketika menghadapi masalah dan bagaimana cara dia
menyelesaikan masalah tersebut. Sebab sosok pribadi yang sesungguhnya
terlihat disaat bagaimana dia menyeselesaikan masalahnya.

Imam Gazali dalam Ihya `Ulumuddin mengatakan bahwa setiap kali
target ditingkatkan maka jalannya menjadi sulit, kendalanya banyak
dan dibutuhkan waktu lebih lama, kullama zada al mathlub sho`uba
masalikuhu wa katsura `aqabatuhu wa thala zamanuhu. Jadi tingkat
kesulitan berhubungan dengan tingkat target. Jika orang ingin sekedar
senang dalam hidup, maka ia dapat mencari kesenangan instan, pergi ke
tempat hiburan, berfoya-foya dan berpesta pora. Tetapi jika
seseorang ingin meraih kebahagiaan, maka ia justru harus siap
menderita menghadapi kesulitan, melupakan kesenangan jangka pendek.

Manusia didesain oleh Alloh SWT dengan sempurna, memiliki akal
sebagai alat berfikir, hati sebagai alat memahami, nurani sebagai
alat interospeksi, syahwat sebagai penggerak tingkah laku dan hawa
nafsu sebagai tantangan. Kesemuanya itu dirancang untuk menghadapi
medan kehidupan yang sulit. Dengan akal manusia bisa memecahkan
masalah yang sulit, dengan hati manusia bisa menerima kenyataan yang
pahit, dengan nurani manusia bisa mundur selangkah demi memperbaiki
diri, dengan syahwat membuat manusia dinamis mencari dan dengan hawa
nafsu manusia menjadi tertantang untuk mampu mengendalkan diri.

Manusia di satu sisi memang menyukai stabilitas dan kenyamanan hidup,
tetapi di sisi lain manusia juga menyukai kesulitan. Manusia tidak
selalu lari dari kesulitan, sebaliknya justru menantang kesulitan.
Jika dalam kehidupan sehari-hari hidup selalu stabil dan nyaman tanpa
menjumpai kesulitan, maka dibuatlah stimulasi agar orang menaklukkan
kesulitan buatan. Mahasiswa berlomba naik tebing buatan (wall
climbing), pembalap mobil mencari medan berlumpur, yang berperahu
mengikuti arum jeram, setiap agustusan orang ramai-ramai memanjat
pohon pinang yang dilumuri olie, yang sudah punya dua kaki justeru
berlomba lari dalam karung.

Banyak sekali kesulitan yang sengaja dibuat untuk ditaklukkan,
mengapa ? karena manusia memang memiliki tabiat tertantang. Kesulitan
buatan pada umumnya hanya melahirkan kesenangan, yakni senang menjadi
juara, tetapi belum tentu sampai kepada kebahagiaan. Kesusahan
biasanya menambahi kesulitan, tetapi tidak semua kesulitan membuat
susah. Ada keindahan dalam kesulitan yaitu disaat kita menyandarkan
semua kesulitan kepada Sang Khaliq.

One response so far

Jul 12 2008

./s1ncl3@n

Optimisme dalam Berdoa

Filed under Uncategorized

Rasulullah SAW bersabda, ”Apabila seorang di antara kamu berdoa, janganlah dia
berkata, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau sudi.’ Tetapi,
bersungguh-sungguhlah dalam memohon. Dan, mohonlah perkara-perkara yang besar
dan mulia (surga atau pengampunan) karena Allah tidak ada sesuatu pun yang
besar bagi-Nya dari apa yang telah dianugerahkan.” (Shahih Muslim No 4838).

Berdoa ibarat pedang bagi seorang Muslim. Ia menjadi alat pelindung bagi siapa
pun yang memerlukan. Sederhananya,
doa adalah alat untuk menjembatani semua pengharapan dan permintaan hamba pada
Tuhannya. Layaknya sebuah bahasa, doa adalah salah satu jenis percakapan antara
hamba dan Tuhannya. Ia menghubungkan ketidakberdayaan hamba dan kemahakuasaan
Allah.
Tentu saja, karena begitu sakralnya, doa berbeda dengan percakapan umumnya. Ia
memiliki tata cara, adab, serta etika yang harus dilakukan. Salah satu etika
yang harus dilakukan dalam berdoa adalah optimisme dalam berdoa.

Rasulullah melarang kita untuk
berdoa dengan lafal yang menunjukkan pesimisme seperti dalam hadis di atas.
Walau bisa jadi pelafalan doa itu bermaksud untuk menunjukkan ketidakberdayaan
seorang hamba, jangan sampai membuat nuansa bahwa Allah tidak memiliki kehendak
untuk mengabulkan apa pun.

Optimisme dalam berdoa pun sering kali ditunjukkan pula dengan seberapa penting
dan besar sesuatu yang diminta. Islam mengajarkan etika kepada kita agar
meminta dan berharap akan perkara-perkara yang besar, seperti pengampunan dosa
dan pengharapan surga. Hal itu menunjukkan seorang hamba mengerti bahwa doa
merupakan dialog penting untuk meminta dan berharap hal-hal yang penting pula.

Tidak semua masalah harus dikemukakan. Namun, berharap agar bisa menyelesaikan
masalah adalah lebih baik. Tidak semua harapan diutarakan, tetapi meminta agar
merasa cukup adalah lebih baik. Sederhananya, setiap hamba memiliki kebutuhan
dan harapan, tetapi tidak setiap kebutuhan dan harapan layak untuk dijadikan
permintaan dalam berdoa. Begitulah semangat optimisme berdoa yang harus
dibangun sehingga nuansa berdoa tidak hilang karena pesimisme kita atau karena
kerdilnya permintaan-permintaan kita. Wallahu a’lam.

One response so far

Jul 08 2008

./s1ncl3@n

4 Tingkatan Derajat Dari Lisannya

Filed under Uncategorized

Berbicara amatlah mudah, hanya menggerakkan lidah tanpa harus mengeluarkan
tenaga ataupun biaya, tetapi dampaknya amatlah luar biasa bisa mengukur derajat
seseorang atau bahkan menentukan nikmat atau bencana dunia akherat.
Nabi kita tercinta Muhammad s.a.w. sungguh terpelihara lisannya, beliau tidak
berkata kecuali yang benar, akurat, tak ada yang sia sia, bersih dari maksiat,
tak melukai hati sarat dengan makna, penuh dengan ilmu, melimpah hikmah,
runtut. Indah mudah dicerna, dan menggugah serta merubah menuju kebaikan
siapapun yang tulus menyimaknya.
Rahasianya adalah buah dari hati yang tulus jauh dari riya, hati yang tawadhu
tak tersentuh sombong dan takabur, hati yang penuh kasih sayang bersih dari
dengki dendam dan benci,..hati yang bersih.. bening.
Dan pula selalu berhati hati, pandai membaca situasi, tepat memilih kata, jitu
memilih waktu dan suasana, sehingga hanya manfaat dan manfaat yang bertabur,
bila mendengar tutur katanya selalu benar.

4 Tingkatan Derajat orang yang berbicara :

1. DERAJAT MULIA -cirinya adalah bila berkata sarat dengan hikmah, tak sia sia,
ilmu dan zikir, sehingga apapun yg dibicarakan niscaya membawa manfaat bagi
siapapun yang mendengarkannya

2. DERAJAT ORANG BIASA -ciri khasnya adalah sibuk menceritakan peristiwa, heboh
segala diceritakan bahkan terkadang lebih banyak bumbu penyedap berbau bohong,
kata berhambur banyak tapi miskin dari arti dan makna, sayang memang banyak
membuang waktu yang amat berharga tanpa membawa manfaat.

3. DERAJAT ORANG RENDAHAN -cirinya adalah sibuk mengeluh, mencela, menghina,
menggerutu, komentar negative untuk apa saja, sulit didengar kebaikan dari
mulutnya.. inilah ciri-ciri orang berpenyakit yang mulai kronis hatinya, akan
merusak suasana dan menghancurkan amalnya sendiri serta tak disukai orang lain,

4. DERAJAT ORANG DANGKAL - cirinya adalah sibuk menceritakan dirinya sendiri,
jasa baiknya, kekayaannya, kedudukannya, amal amalnya tentu maksudnya agar
dirinya dihargai, dipuji dan dihormati padahal yang terjadi adalah sebaliknya..
benar benar sebaliknya, hina dina tak berharga. naudzulbillahi min dzalik !!!

3 responses so far

Jul 01 2008

./s1ncl3@n

Cara Makan Sehat ala Rasul SAW

Filed under Books, Uncategorized

Min sorihil iman, ahibbu ma yuhibbuhurrosul SAW. Demikian Prof. Dr. Musthofa
Romadlon memulai ceramahnya. Beliau menyitir ucapan salah seorang tokoh
pergerakan tersebut, untuk memuqoddimahi muhadlorohnya tentang ghidza`unnabiy,
atau menu dan tatacara makan Rasulullah SAW, di Wisma Nusantara tempo hari.
Saya pribadi berpendapat bahwa acara tersebut merupakan salah satu yang paling
ilmiah yang pernah saya temui, karena tujuannya sangat spektakuler;
menghidupkan sunnah Rasulullah yang hampir dilupakan orang!

Dalam setiap aktifitas dan pola hidupnya, Rasulullah memang sudah disiapkan
untuk menjadi contoh teladan bagi semua manusia., termasuk dalam hal pola
makan. Memang sih, hanya urusan makanan. Tetapi kalau dengan pola makan
tersebut, Rasulullah kemudian memiliki tubuh yang sehat, kuat, dan sanggup
mengalahkan para pegulat, tampaknya kita harus mikir lagi untuk mengatakan
hanya. Ini bukan perkara remeh. Sebab salah satu faktor penting penunjang fisik
prima Rasulullah adalah kecerdasan beliau dalam memilih menu makanan dan
mengatur pola konsumsinya.

Selama ini kita mengenal dua bentuk pengobatan. Pengobatan sebelum terjangkit
penyakit / pencegahan ( At thib Al wiqo`i), dan pengobatan setelah terjangkit
penyakit (at thib al `ilaji). Nah, dengan mencontoh pola makan Rasulullah, kita
sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan.
(attadawi bil ghidza`). Ini tentu jauh lebih baik daripada kita harus
berhubungan dengan obat-obat kimia.
Continue Reading »

One response so far

Jun 23 2008

./s1ncl3@n

Saat Bicara dan Saat Menahan Diri

Filed under Uncategorized

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Apa yang akan terjadi apabila orang yang sedang dilanda emosi kita debat atau lebih halus dari itu, kita nasihati? Alih-alih meredakannya, yang lebih mungkin terjadi adalah ibarat menyiramkan bensin ke api. Bukannya mereda, amarahnya malah akan semakin membara dan membakar segala-gala.

Mengapa demikian? Orang yang sedang marah jelas cenderung tidak siap menerima nasihat atau mendengar pendapat yang berseberangan dengan apa-apa yang menjadi unek-uneknya. Mentalnya saat itu tentu lebih disiapkan untuk memuaskan segala yang sedang bergolak di dalam dadanya.
Continue Reading »

No responses yet

Jun 18 2008

./s1ncl3@n

13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai

Filed under Uncategorized

Oleh: DR. Amir Faishol Fath

Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka
kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak
boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya,
sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata
Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa
istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga.
Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak
disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.

Pertama, Tidak Punya Visi

Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa
hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia.
Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia,
bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu,
dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah
memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah
kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama
lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu
menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan
bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa
dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar
dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.

Continue Reading »

One response so far

Older Posts »