Jun 20 2009

rgesit

Bandara Trunojoyo Sumenep Madura; Mengejar Impian di Antara Semangat dan Keterbatasan (1)

Filed under Blogging

Bandara Trunojoyo Sumenep; Mengejar Impian di Antara Semangat dan Keterbatasan (1)
Listrik Saja Tidak Ada, apalagi Navigasi Penerbangan

Pemkab Sumenep memiliki tekad untuk mengoperasikan Bandara Trunojoyo. Revitalisasi pun dilakukan terhadap bekas lapangan terbang (lapter) perintis di zaman Orde Baru itu. Tapi sayang, hingga saat ini belum juga beroperasi maksimal.

AKHMADI YASID, Sumenep

SEMANGAT untuk membuat jalur penerbangan antarkabupaten di Jawa Timur, sebenarnya muncul pada medio 2008 lalu. Itu ditandai adanya kesepakatan antara Dishub Jember, Banyuwangi, Sumenep, dan Provinsi Jatim.

Salah satu kesepakatannya, rencana pengoperasian lapangan terbang di tiga kabupaten tersebut. Itu dalam rangka memermudah transportasi udara yang selama ini dikenal memakan waktu. Terutama, antara Sumenep dengan Jawa Timur bagian timur.

Akhirnya, ketiga pemkab mulai berkomitmen untuk mengawal pengoperasian lapter di daerah masing - masing. Di Jember mengambil lahan yang sudah ada dan kemudian disebut Lapter Notohadinegoro.

Sedangkan di Banyuwangi menempati areal baru di Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi. Sebelumnya, di Lapter Blambangan di Dusun Sidodadi, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore.

Sedangkan di Sumenep tetap menempati areal lapter yang dulu pernah ada pada era sebelum 1980 - an. Namun, entah kenapa, khusus di Sumenep tidak lagi menggunakan istilah lapter. Di Sumenep justru sudah disebut dengan bandara (bandar udara).

Hal itu terlihat pada papan penunjuk nama yang dipasang di bekas lapter tersebut. Di depan secara jelas dengan huruf capital mencolok tertulis “Bandar Udara Trunojoyo Sumenep”.

Terlepas dari esensi penggunaan nama, sesungguhnya ada banyak hal yang perlu mendapat perhatian di Bandara Trunojoyo. Tentu saja, masalah landasan pacu (runway) yang tidak lebih dari 850×23 meter dan fasilitas lainnya.

Melihat Bandara Trunojoyo, tentu tidak bisa dibandingkan dengan bandara pada umumnya. Apalagi, jika dibandingkan dengan Bandara Djuanda di Surabaya. Kondisinya jauh berbeda.

Dengan landasan pacu saat ini, maksimal pesawat terbang yang bisa landing hanya jenis Cassa 212. Yakni, sebuah pesawat penumpang maksimal 20 orang plus pilot dan awak.

Itu pun butuh keberanian untuk bisa landing di landasan pacu yang terbatas. Apalagi, sarana prasana pendukung lainnya belum ada. Padahal, sarana itu jelas - jelas dibutuhkan untuk keselamatan penerbangan. Misalnya, alat keselamatan penerbangan (kespen), alat pertolongan kecelakaan penerbangan, dan kebakaran penerbangan dan sebagainya. Semua itu harus ada sesuai dengan ketentuan UU No. 1/2009 tentang Penerbangan.

Hasil pantauan koran ini, selain kekurangan alat kespen dan terbatasnya landasan pacu, ada banyak kekurangan lainnya di Bandara Trunojoyo. Misalnya, alat komunikasi dan navigasi penerbangan. Dari keterangan petugas di bandara, alat yang ada hanya jenis VHF (very high frequence).

Karena hanya ada VHF, komunikasi pun terbatas. Sehingga, semua pesawat, di bawah jenis Cassa 212, sebelum mendarat harus berkomunikasi manual melalui telepon seluler. Tentu saja, itu harus dilakukan sebelum penerbangan dilakukan. Sebab, ketika penerbangan dilakukan, semua peralatan komunikasi harus dimatikan.

“Jarak yang bisa menjangkau alat VHF itu tidak lebih dari 10 km. Padahal, jarak 10 km itu sangat dekat sekali. Jadi, sulit kalau ada pesawat yang tiba - tiba harus mendarat,” ujar seorang petugas di Bandara Trunojoyo.

Sedangkan VOR (very omni range) belum ada. Padahal, keberadan alat pendeteksi sinyal pada pesawat itu semestinya juga ada. Biasanya, semua pesawat yang akan mendarat di suatu bandara, akan menerima data sinyal. Selanjutnya, pesawat akan menangkap frekuensi sinyal sebagai media komunikasi dengan bandara.

Yang paling ironis, kebutuhan dasar saja di Bandara Trunojoyo belum tersedia. Sebut saja, misalnya, jaringan listrik. Padahal, jelas - jelas jaringan listrik sangat diperlukan.

Untuk kebutuhan energi listrik, saat ini hanya bergantung kepada genset ukuran kecil. Sehingga, jika sewaktu - waktu ada pesawat landing darurat pada saat genset mati, maka komunikasi akan terputus antara bandara dengan pesawat.

Kepala Satker Bandara Trunojoyo Sumenep Dodi Darma Cahyadi yang dikonfirmasi soal kekurangan fasilitas tersebut membenarkannya. Menurut dia, memang masih banyak kekurangan di Bandara Trunojoyo.

“Kami berharap agar semua kebutuhan itu segera terpenuhi. Itu agar pengoperasian bandara lebih cepat dan segera maksimal,” katanya.

Menurut Dodi, fasilitas bandara biasanya dipenuhi oleh pusat melalui Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan RI. Namun, untuk kebutuhan dasar, seperti areal bandara, penambahan landasan pacu, dan lainnya merupakan tanggung jawab pemkab.

Sayangnya, Kepala Dishub Sumenep Aminullah belum bisa dikonfirmasi. Beberapa hari terakhir Aminullah memang absen lantaran sakit. Kemarin koran ini mencoba menghubungi telepon selulernya. Berkali - kali dihubungi tidak ada nada sambung alias tidak aktif. (mat/bersambung)

Sumber : Jawa Pos

No responses yet

Jun 04 2009

rgesit

Walimah / Pernikahan Itu …

Filed under Blogging

rgesit_walimah

http://walimah.prasastialam.com

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepadaMu dengan ilmuMu, dan aku memohon kemampuan kepadaMu dengan kekuasaanMu, dan aku memohon sebagian dari karuniaMu yang agung. Karena sesungguhnya Engkaulah yang berkuasa sedang aku tidak berkuasa. Engkaulah yang mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara-perkara gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa hal ini baik bagiku dalam agamaku dan kehidupanku serta akibat urusanku, maka tentukanlah ia untukku dan mudahkanlah ia bagiku, kemudian berilah aku berkah padanya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa hal itu jelek bagiku dalam agamaku dan kehidupanku serta akibat urusanku, maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya, dan tentukanlah untukku kebaikan di mana saja ia berada, kemudian jadikanlah aku ridho kepadanya (Doa Istikharah yang dianjuran Rasulullah SAW : Hadis Bukhari)

Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).

Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihah.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).

“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) :
a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”

“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).

“Barang siapa yang menikahi seorang wanita karena kemuliaannya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kehinaan. Barangsiapa menikah karena hartanya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kemiskinan, barang siapa menikah karena kedudukannya, maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya selain dari pada kerendahan. Dan barang siapa menikahi seorang wanita hanya karena ia menginginkan dengan wanita itu untuk menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya atau menyambungkan ikatan kekeluargaannya, maka Allah akan memberkahinya pada wanita itu dan akan memberkahi wanita itu padanya.” ( HR. Ath-Thabrani )

2 responses so far

May 17 2009

rgesit

Masa Kalah Ama Sopir Metromini ya?

Filed under Islamic

Siang yang panas ditengah deru bising metromini menambah penuh sesak dada membuat saya terasa pengab. Saya terkadang menikmati laju kendaraan umum, macet dan sesekali bisa bertegur sapa dengan sesama penumpang. Tak lama terdengar suara sopir metromini, sesampai di Kreo terdengar suara Sang sopir Metromini, ‘Ucok, oper..oper..’

‘Kenapa bang? kan setoran belum dapet nih kita.’tanya Ucok, si kenek.

‘Kita sholat dhuhur dulu, rizki kan Alloh yang atur. siapa tau sehabis sholat kita dapat sewa banyak.’ kata pak sopir.

Nampak wajah kenek metromini menggelengkan kepala seolah tak memahami jalan pikirannya. gelengan kepala si kenek hampir bisa dipahami sebagai bentuk pikiran masyarakat perkotaan yang terus bekerja yang tidak mengenal kata berhenti. Berhenti sejenak istirahat dan menjalankan ibadah sholat menjadi barang mewah.

‘Sopir antik, hari gini masih sempat-sempatnya sholat..bukan malah ngejar setoran.’ begitu gerutu kenek metromini.

Continue Reading »

3 responses so far

Apr 26 2009

rgesit

10 Alasan Wanita yang enggan Berjilbab dan Bercadar

Filed under Blogging, Islamic

1. Jilbab tidak menarik. Jawabnya seorang wanita muslimah harus sudi menerima kebenaran agama Islam, dan tidak mempermasalahkan senang atau tidak senang. Sebab rasa senangnya itu diukur dengan barometer hawa nafsu yang menguasai dirinya.

2. Takut durhaka kepada orang tuanya yang melarangnya berpakaian jilbab. Jawabnya adalah Rasulullah SAW telah mengatakan agar tidak mematuhi seorang makhluk dalam durhaka kepada-Nya.

3. Tidak bisa membeli pakaian yang banyak memerlukan kain. Jawabannya, orang yang mengatakan alasan seperti itu adalah karena (pertama) ia benar-benar sangat miskin sehingga tidak mampu membeli pakaian Islami. Atau (kedua) karena dia Cuma alasan saja, sebab ia lebih menyukai pakaian yang bugil sehingga tampak lekuk tubuhnya atau paha mulusnya bisa kelihatan orang.

4. Karena merasa gerah dan panas. Jawabannya, wanita muslimah di Arab yang

Continue Reading »

One response so far

Apr 20 2009

rgesit

Sikap Pribadi Muslim

Filed under Blogging

Assalamu’alaikum wr wb,

Mencintai Allah dan RasulNya di Atas yang Lainnya

Seorang Muslim wajib mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada yang lain termasuk bapak, anak, istri, saudara, kekayaan.

Katakanlah: “Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” (QS At Taubah: 24)

Allah telah memberikan kita hidup, tubuh, air, udara, jagad raya sehingga kita bisa hidup seperti sekarang ini. Tak dapat kita menghitung nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita.

“Dan Dia telah memberikan kepadamu keperluanmu dan segala apa yang kamu mohon kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” [Ibrahim:34]

Oleh karena itu sepatutnya kita mencintai Allah dan RasulNya lebih dari yang lain.

Jika kita mencintai Allah, niscaya kita selalu bahagia karena Allah selalu bersama kita. Sebaliknya jika kita mencintai yang lain, maka kita akan sedih dan bahkan frustrasi jika yang kita cintai itu meninggalkan kita. Tak jarang kita mendengar orang jadi gila atau bunuh diri karena kekayaannya lenyap atau putus cinta dengan pacarnya.

Ikhlas Untuk Allah Ta’ala

Setiap shalat kita membaca Doa Iftitah yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanya untuk Allah semesta alam.”

Kita hidup bukan untuk mencari ketenangan atau pun kesenangan di dunia. Tapi untuk mengabdi kepada Allah yang telah memberikan segalanya bagi kita, meski nanti kita bisa merasakan pahitnya cobaan itu.

Tak jarang dalam mengabdi kepada Allah seperti amar ma’ruf nahi munkar dan melakukan syiar Islam Nabi mendapat tentangan yang hebat. Dari dilempari tahi unta, diejek, dikucilkan, hingga hendak dibunuh semua telah dialami oleh Nabi.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” [Al Baqarah:214]

Tapi keimanan yang kuat membuat Rasul dan orang-orang yang beriman tetap sabar dan tabah dalam menghadapi hidup. Semua dilakukan untuk Allah. Bukan pamer/riya agar dilihat orang. Bukan pula Sum’ah agar didengar orang.

Continue Reading »

2 responses so far

Apr 06 2009

rgesit

Golput Bukan Jawaban

Filed under Blogging, Information

dakwatuna.com - Satu hal yang sangat berguna bagi kita adalah pemahaman yang
baik tentang undang-undang pemilu kita. Kalau kita baca Pasal 200 dan
seterusnya dalam undang-undang tersebut, maka sebenarnya tidak ada ruang bagi
Gol-Put untuk menyebut diri sebagai bentuk perlawanan.

Dalam pasal-pasal tersebut diterangkan bahwa seberapa persen pun suara yang
masuk maka jumlah kursi di DPR akan tetap terisi penuh. Hal ini dilakukan
dengan cara membagi jumlah kursi yang tersisa pada partai-partai yang lolos
electoral threshold, menurut prosentase perolehan suara mereka.

Dengan kata lain, walaupun hanya 10% dari pemilih potensial yang memberikan
suara dalam pemilu, kursi DPR tetap saja akan terisi penuh dan tidak akan
kosong. Kalau yang menang dari 10% tersebut adalah orang-orang yang korup, maka
merekalah yang bakal memegang tongkat komando kebijakan negara ini. Kalau yang
menang dari 10% tersebut adalah orang-orang yang anti terhadap Islam, maka
sudah tentu semua kebijakan akan menjadi musibah bagi umat Islam negeri ini.

Begitu juga dalam pemilihan Presiden, yang berhak mencalonkan adalah mereka
yang memiliki 20% perolehan suara pemilu. Jadi yang dapat 20% suara dari 10%
orang yang ikut pemilu tetap berhak mengajukan capresnya. Dan capres yang
memenangkan 51% suara dari 10% orang yang ikut pemilu tetap berhak menjadi
Presiden RI walaupun 90% lainnya Golput.

Continue Reading »

4 responses so far

Mar 29 2009

rgesit

Rahmat Dibalik Cobaan

Rahmat Dibalik Cobaan
(Ridho Menerima Ketetapan Illahi)

Firman Allah SWT, pada Al-Baqarah:156-157 :Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan : Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun (arti:sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka ialah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah : 156-157)

Tujuan musibah atau cobaan yang diturunkan Allah kepada hamba-Nya adalah :

1. Untuk membersihkan dan memilih, mana orang mukmin yang sejati dan mana yang munafik.
2. Untuk mengangkat derajat serta menghapuskan dosa.
3. Untuk melihat sejauh mana kesabaran dan ketaatan seorang hamba.
4. Untuk membentuk dan mendidik manusia, sehingga menjadi umat dgn keimanan yang tinggi.
5. Sebagai latihan supaya manusia terbiasa menerima berbagai ujian, dengan demikian akan bertambah kesabaran, kuat cita-cita dan tetap pendiriannya.

Continue Reading »

No responses yet

Mar 18 2009

rgesit

Tidak Ada Yang Salah dengan Anda

Filed under Islamic

Anda pernah gagal? Anda pernah melakukan kesalahan? Anda pernah melakukan hal yang konyol? Anda pernah bertindak bodoh? So what gitu loh… Itu adalah kesalahan dan kegagalan Anda. Tetapi tidak ada yang salah dengan Anda. Manusia sudah diciptakan dalam kondisi yang sebaik-baiknya. Bahkan cacat fisik pun tidak mengurangi kebaikan manusia.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS At Tiin:4)
Jika Allah mengatakan bahwa kita sebaik-baiknya makhluq, mengapa kita memvonis diri yang negatif? “Saya tidak!”. Memvonis diri bukan hanya oleh perkataan saja, tetapi pikiran dan tindakan pun mengambarkan anggapan Anda terhadap diri Anda.
Anda memiliki potensi yang dahsyat (mungkin Anda berkata, “semua orang juga sudah tahu?”). Lalu mengapa, masih banyak orang yang menyia-nyiakan potensi tersebut? Ada dua kemungkinan:
Dia tidak bersyukur atas nikmat potensi yang diberikan Allah kepadanya, sebagai bukti dia menyia-nyiakannya.
Continue Reading »

One response so far

Mar 11 2009

rgesit

Menikah itu, Sulit ? Ribet ?

Filed under Islamic, Sakera Blogger

Dalam
suatu sesi diskusi di kelas bahasa Jepang, sensei memberi kami tema
tentang “Bila pernikahan tidak disetujui ortu, apakah anda akan tetap
menikah?” Topik ini lumayan mendapatkan perhatian dari teman-teman
sekelas yang selalu bosan mengikuti kelas percakapan di siang yang
melelahkan. Tema ini sangat cocok untuk anak muda. Apa lagi di antara
teman-teman sekelas yang bertiga belas orang orang itu, hanya saya
sendiri yang sudah menikah, alias lebih senior dari yang lain.

Awalnya diskusi berjalan biasa, setiap orang mengungkapkan
pendapatnya. Ada yang memilih tetap melakukan pernikahan, ada juga yang
mengungkapkan dengan pasti bahwa ortunya tidak akan menentang
pernikahannya. Saya sendiri yang menikah dengan smooth meskipun tanpa
proses pacaran mengungkapkan orang tua saya ok-ok saja ketika saya
menikah, lancar seperti jalan tol.

Continue Reading »

5 responses so far

Mar 05 2009

rgesit

Membangun Indonesia Melalui Sadar Pendidikan

Ilmu pengetahuan merupakan pondasi utama memajukan sebuah bangsa dan Negara. Suatu bangsa dan Negara yang mengabaikan akan pentingnya sebuah pendidikan bagi generasi penerus, maka bangsa tersebut akan lemah dalam segala hal, maka bangsa tersebut akan selalu hidup dalam kemunduran tanpa adanya kemajuan yang sangat berarti. Indonesia yang meupakan penduduk yang mayoritas muslim, bahkan dapat disinyalir bahwa Indonesia merupakan Negara terbesar di dunia yang kapasitas penduduknya beragama Islam. Sebagai pemeluk agama yang setia, kita dapat mempelajari betapa Islam begitu besarnya membrikan perhatian terhadap pendidikan. Hal ini dapat kita pelajari dari wahyu yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT kepada baginda besar Muhammad SAW yaitu surat Al-’Alaq ayat 1-5 yang artinya ” bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dri segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang ia tidak diketahuinya”.

Continue Reading »

One response so far

Older Posts »